Di Minggu siang yang panas, tidak banyak yang dapat dilakukan. Jadi Pisanggoreng, di tengah-tengah ketidaktahuan mau apa, memutuskan mem-post satu fakta yang tidak penting.
Alkisah beberapa hari yang lalu, Pisanggoreng berkelana ke kampus tetangga di Jalan Ganesha, untuk mengurus pengunduran diri adik Pisanggoreng dari kampus yang diidamkan banyak orang itu. Setiba di FIKTM yang letaknya di antah berantah-nya ITB, Pisanggoreng dan temannya menuju ke kantor administrasi.
Ternyata orang di kantor administrasi sedang istirahat, mau tak mau Pisanggoreng menunggu di bangku yang disediakan. Di tempat itu terdapat patung Ganesha kebanggaan ITB. Iseng punya iseng, Pisanggoreng mengamati patung itu. Kemudian terbelalak melihat gading Sang Patung yang patah sebelah. Pisanggoreng langsung memanggil temannya.
“Cuy, ini patung kok gini.”
“Ah, ada yang iseng kali” kata sang Teman.
“Tapi ini kayaknya disengaja deh.”
Sang Teman mendekat untuk melihat lebih jelas.
“Eh iya ya, kok gini. Maksudnya apa ya.”
“Hmm, kayaknya yang patah itu dipegang di tangan kanannya deh. Trus udah gitu di tangan kiri ada lempengan gitu. Wah jangan-jangan gadingnya dijadiin cobekan!”
“Iya kali ya.”
Jadilah dua mahluk itu tampak konyol dan tidak penting. Mungkin mahasiswa-mahasiswa yang lalu lalang akan mengira dua mahluk itu agak kurang. Untungnya penampilan dua mahluk tersebut cukup intelek dengan tulisan “UNPAD” di kening.
Dalam perjalanan pulang Pisanggoreng sangat bersemangat mengenai penemuan barunya. Dengan yakin dan teguh bahwa hanya dia yang tahu fakta ajaib itu. Beberapa hari kemudian, ketika Pisanggoreng mengumbar-umbar fakta itu, salah seorang teman mengungkap kisah di balik itu.
Menurut penuturan seorang mahasiswa ITB, patahnya gading sang Patung disebabkan kegigihannya menjunjung tinggi ilmu pengetahuan.
Akh, sayang, meleset sedikit!!