Pisanggoreng & Daendels

Kedua insan yang disebutkan di judul sama sekali tidak mempunyai hubungan darah. Tapi Daendels secara tidak langsung telah membuat Pisanggoreng naik darah. Jadi di Minggu sore yang dingin dan adem ayem, seorang kawan Pisanggoreng memanggil. Berjarak kurang dari 10 meter.

Pisanggoreng menghampiri, menduga-duga apa gerangan arti dari panggilan itu. Ternyata tak lain tak bukan, untuk membicarakan masalah sejarah. Karena sebelumnya Pisanggoreng mengklaim bahwa dia tahu sejarah yang menyebutkan Indonesia pernah dijajah Inggris untuk waktu yang singkat. Tampaknya si kawan ingin menguji kemampuan sejarah Pisanggoreng, atau hanya sekedar ingin berdiskusi. Tak tau lah -loh kok jadi Batak ya??-

Singkat cerita, si kawan Pisanggoreng menyebutkan kata cultur stel sel. Yang Pisanggoreng sendiri lupa, atau tidak tahu, atau sejenisnya. Intinya Pisanggoreng sama sekali blank mendengar kata itu -maafkan dia..!!-
Sementara kawan yang lain, dapat menjelaskan dengan baik ketika ditanya. Dan mereka berdua menertawakan Pisanggoreng.

Ah!

Sulit memang untuk menjalani hidup ketika muatan ingatan seseorang berkapasitas lebih kecil dari orang lain. Dan Pisanggoreng sedang dalam kondisi yang agak sensitif, dan gelak tawa itu menggores batin Pisanggoreng sedikit. Cengeng? Yah, kalau kata Candil, Pisanggoreng juga manusia!

Untuk sesaat si kawan yang menyebalkan itu membuat emosi Pisanggoreng. Terima kasih kepada Capuccino yang sedang online, yang menjadi pelampiasan Pisanggoreng. Sesaat kemudian, si kawan yang tampaknya tidak menyadari perbuatan tercela-nya mengajak Pisanggoreng membeli DVD di tempat langganan. Mau tak mau, Pisanggoreng luluh juga. Jadilah dua insan itu pergi dengan Timor yang rasanya mewah untuk seorang Pisanggoreng -maklum, penghuni kampung-
Dan tidak rugi juga rasanya, karena Pisanggoreng mendapat pinjaman DVD Munich ^^

Memang cukup mudah menyembuhkan sakit hati seorang pecinta film, jejalkan saja dengan DVD film yang belum-dan-ingin ditontonnya. Tergantung level sakit hati-nya juga.

Published in: on Juli 30, 2006 at 1:29 PM  Comments (5)  

The URI to TrackBack this entry is: https://pisanggorengdancapuccino.wordpress.com/2006/07/30/pisanggoreng-dan-daendels/trackback/

RSS feed for comments on this post.

5 KomentarTinggalkan komentar

  1. terus siapa pisang-nya dan siapa capuccinonya ?

  2. Apa? Ada yang cari Capuccino-Keren? *dibakar massa*

    Saya Capuccino-nya.. :-”

    Euh, malu kamu, malu. Dasar gorengan duduls.. Katanya anak IPS, kok mau tau cultur stelsel harus nanya saya? Saya kan gak pernah ikut pelajaran sejarah.. :-”

    *dibakar Bu Partini*

  3. saya juga dah lupa cultuur stelsel itu apaan. cultuur=tanah, stelsel=sistem. jadi, sistem tanah?😀 (wadehel?)

    oh, sistem tanam paksa toh. waktu rakyat indonesia dipaksa menanam komoditi yg menguntungkan bagi belanda? ya, ya…

  4. emang pelajaran ips ada bahasan cultur stelsel???

    kapan???

    mang bu partini pernah cerita itu ya???
    (hahaha mungkin saat beliau lagi cerita gw sedang tidur)

  5. ada taukk,,
    pelajaran sejarahh..!!

    kumaha iye,,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: