Pisanggoreng & Gracela Millenia Sinaga

Bukan, Gracela Millenia Sinaga itu bukan nama seorang selebritis, tokoh terkemuka, ilmuwan jenius atau semacamnya. Namun Pisanggoreng yakin dia akan menjadi seseorang yang terkemuka ketika dia besar nanti.

Karena sekarang dia masih berusia 4 tahun.

Gadis kecil ini menurut Pisanggoreng agak cukup unik. Dengan wajah yang sangat menarik, pemikiran yang tidak sesuai dengan usianya, dan keberanian yang polos.

Hari ini, Pisanggoreng bisa tertawa lepas ketika mendengar kisah singkat gadis kecil itu ketika berjalan-jalan di pagi hari. Bersama sang babysitter dia berjalan-jalan ke taman terdekat. Di sana dia menemukan layang-layang yang terputus dan menarik minatnya untuk bermain-main dengan layang-layang itu. Bingung apa yang harus dilakukan, karena layang-layang tak kunjung terbang tinggi seperti yang dia harapkan.

Rasa bosan mendorongnya berucap polos kepada babysitter :
‘Mbak, layangannya disobek aja ya. Ini kan maenan cowok. Nanti aja kalo Grace udah jadi cowok Grace mainin.’

Kontan sang babysitter tertawa, apalagi Pisanggoreng yang hanya mendapat cerita tidak langsung. Mungkin kalau melihat secara langsung akan tertawa membahana, menakuti semua anak-anak yang ada di taman pagi itu.

Anak-anak memang mahluk yang menarik. Banyak pemikiran-pemikiran polos yang berkelumit dalam otak kecil mereka. Dan rasanya justru di situ keajaiban mahluk-mahluk mungil itu.

Ada kalanya, mereka bisa membawa senyum ketika tiba di rumah dengan rasa lelah. Ada kalanya juga membuat emosi naik karena kenakalan yang menjengkelkan. Tapi tetap saja, rasanya kenakalan anak kecil akan terlupakan ketika mendengar gelak tawa mereka yang renyah, atau mendengar komentar-komentar mereka yang polos. Atau mendengar pujian-pujian mereka yang tulus.

Pernah di suatu pagi, ketika Pisanggoreng hendak mengisi tenaga dengan secangkir kopi, bergegas mengambil air panas di lantai bawah. Tiba-tiba gadis kecil itu berlari memeluk, dan tersenyum, satu caranya untuk menyampaikan selamat pagi.

Gadis kebanyakan pasti langsung berkomentar,
‘Ou,,, so sweet..’

Manis memang, hal-hal kecil seperti itu tampaknya sudah menjadi hal yang jarang belakangan ini. Orang-orang sibuk dengan aktivitas masing-masing. Pikiran masing-masing. Tidak semua memang, hanya kebanyakan. Dan hal-hal kecil namun bermakna luar biasa seperti senyum jadi terlupakan. Atau hal-hal yang benar tulus sudah menjadi barang langka. Pujian yang keluar dari mulut orang dewasa tak jarang hanya sebuah basa basi belaka.

Yah, Pisanggoreng tidak bisa banyak protes tentang hal itu. Karena hal itu juga terjadi pada dirinya, tak bisa dipungkiri. Tapi bukan berarti mematahkan semangatnya untuk berusaha melawan, dan mencoba lebih peka dan tulus dalam bersosialisasi dengan sekitarnya.

Published in: on Agustus 2, 2006 at 7:30 AM  Comments (1)  

The URI to TrackBack this entry is: https://pisanggorengdancapuccino.wordpress.com/2006/08/02/pisanggoreng-gracela-millenia-sinaga-2/trackback/

RSS feed for comments on this post.

One CommentTinggalkan komentar

  1. http://www.mansinnerjourney.com/documents/FatherForgets.pdf


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: