Pisanggoreng & Tora Sudiro

Nama di atas tentunya tidak asing lagi buat masyarakat, tua muda, pria wanita, single couple, straight or.. Yah, intinya satu mahluk yang disukai ini tanpa dinyana ternyata sedang berkunjung ke Bandung. Dan tanpa diduga juga Pisanggoreng bertemu dengannya secara tidak sengaja.
Di suatu sore, setelah menghadiri pertemuan di sebuah wisma di kawasan Dago, Pisanggoreng diajak beberapa teman mengunjungi FO-FO yang berada tepat di depan wisma tersebut. Mau kabur, nasi sudah jadi bubur..

Melangkahkan kaki ke FO pertama, Pisanggoreng sudah yakin mereka tidak akan mengunjungi kasir dan mengeluarkan lembaran uang. Hanya membolak-balik beberapa pakaian, mencoba beberapa sepatu seraya memuji sendiri. Seandainya narsisme adalah dosa, Pisanggoreng bisa menebak siapa orang paling berdosa.

Melangkah ke FO kedua, Pisanggoreng melihat pria tinggi besar itu dari belakang. Sangat menarik perhatian memang, mengingat rambutnya yang berbuntut hijau dan panjang. Ditambah lagi tatoo nya yang menyolok -bukan mencolok kalau kata Bpk. Remi Silado-

Dan melihat bahwa itu adalah the one and only Tora Sudiro, Pisanggoreng agak sedikit terkejut, tapi hanya sekitar 2-3 detik. Teman-teman Pisanggoreng tampak sangat tertarik dan tidak hentinya memandangi sang Tora. Pisanggoreng teralihkan karena mendapat telepon. Dan selesai perbincangan di telepon, tampaknya teman-teman Pisanggoreng sedikit menyesal tidak berfoto bersama sang Tora. Lalu mereka menlangkahkan kaki keluar dari FO tersebut, sekali lagi tanpa mengunjungi kasir.

Di depan pintu keluar, ternyata sang Tora masih bertengger di sebuah kafe kecil dan berbincang-bincang dengan temannya yang putih mungil *Indy Barends* teman-teman Pisanggoreng nyaris histeris, dan tak bisa melepas tatapan dari sang Tora. Karena tak ingin berlama-lama memandangi sang Tora, Pisanggoreng memberanikan diri meminta sang Tora untuk berfoto bersama. Untung sang Tora sedang duduk, entah bagaimana jadinya kalau dia berdiri.

Dengan handphone Nokia milik teman Pisanggoreng, terjepretlah foto bersama sang Tora. Dan tak lama gadis-gadis lain yang tampaknya dari tadi juga mengincar ingin foto bersama, mulai berhamburan. Pisanggoreng langsung menarik teman-temannya untuk meninggalkan FO, sebelum mereka kembali masuk dan mengejar sang Indy yang terlihat sedang berbelanja.

Sepanjang perjalanan, teman-teman Pisanggoreng tak henti-hentinya membicarakan sang Tora. Dan Pisanggoreng merasa tidak nyaman sendiri dengan perbincangan itu, its just Tora Sudiro..!

Pisanggoreng membayangkan bagaimana pikiran dan perasaan sang Tora, entah dia senang untuk melayani permintaan para penggemarnya, atau sangat ingin mengumpat. Teuing,,

Hanya tidak bisa membayangkan bagaimana jika Pisanggoreng yang berada di posisi itu. Tidak terkira rasa risih yang menggerogoti. Dengan pemikiran masyarakat bahwa orang-orang yang simpang siur di layar kaca adalah orang-orang yang berbeda dari manusia biasa. Faktanya mereka sama saja seperti manusia pada umumnya, orang yang berprofesi, orang yang punya kewajiban dan hak.

Ada lagi satu teman Pisanggoreng yang sangat berminat menjadi seorang selebriti, seorang public figure. Yang menurut Pisanggoreng sangat konyol dan tidak penting. Sejak kapan ‘menjadi selebriti‘ dapat ditorehkan di kolom ‘cita-cita‘?

Itu pilihannya, Pisanggoreng tidak dapat membantah atau melarangnya. Tiap orang berhak punya mimpi. Dan tiap orang berhak untuk berbeda.

Published in: on Agustus 27, 2006 at 6:05 AM  Comments (9)  

The URI to TrackBack this entry is: https://pisanggorengdancapuccino.wordpress.com/2006/08/27/pisanggoreng-tora-sudiro/trackback/

RSS feed for comments on this post.

9 KomentarTinggalkan komentar

  1. Wew, gw punya tanda tangan Tora. Hasil iseng-ngga-ada-kerjaan-mumpung-pas-ketemu-lagi-sepi
    -jadi-bisa-gangguin-Tora-deh.. :-”

    Halah!πŸ˜›

    Abis itu? Diserbu abis dah Bung Tora. Wakakka.. Kaciann :-“

  2. Permisi, ikutan komentar…

    “menjadi selebs adalah pilihan, seperti aku yang memilih untuk tidak jadi selebritis” ..

    *halah!*

  3. Klo masih punya banyak aib dan kelemahan, mending jadi orang biasa. Ketimbang jadi selebritis, ntar tersiksa. Segala aib jadi dagangan mediaπŸ™„

  4. Sebenarnya.. saya hanya ingin jadi orang biasa, seperti kamu.πŸ˜›

  5. Sebenarnya, saya hanya ingin jadi orang biasa. Sayang sekali, saya terlalu keren. Mana bisa seperti kamu.. :-”

    *kena BAKAR-BAKAR*

    +_+

    Whoa, ada Mas Guntar juga disini. Wakakak..πŸ˜€

  6. Saya ada di sini krn link di blog sampean, mas SSπŸ™‚

  7. Wakakak, ini kan tempat khusus buat curhat colongan aye..πŸ˜„

  8. Wan, Wan (maksud hati manggil Setiawan), kmaren sms gw kaga dibales,, cucul lo,, gw kmaren kaga bisa bobo ampe jam3 taukk,,
    jadi nonton Prancis ngalahin Italy deh, khuehehe

  9. Apa? Perancis ngalahin Italia? Yo, gw terlalu sibuk nonton Viktor Show to notice any.. :-”

    *dibakar Abang*

    Seperti yang udah gw bilang. Ya udah lah ya, kan juaranya tetep Canna dkk.. :-“


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: