Pisanggoreng & Seminar Nasional Economic and Business Outlook Indonesia Bandung 23 November 2006

Hari Kamis pagi yang cerah, Pisanggoreng telah mempersiapkan diri untuk menghadiri seminar yang diselenggarakan oleh BI pada pukul 8.00 pagi. Sampai mengesampingkan dua mata kuliah, yang memang masih memungkinkan untuk absen. Seminar ini tampak menarik dengan topik yang diangkat dan dengan adanya embel-embel BI. Pisanggoreng dan teman2nya telah sepakat untuk bertemu pada pukul 7.50 di perpustakaan kampus. Dan ketika Pisanggoreng datang pukul 7.55 ternyata masih belum ada satu batang hidung pun.

Tak lama mereka datang, tapi hanya 2 orang, seharusnya ada 4 orang. Ternyata satu orang masih berada di angkutan umum, dan satu lagi akan datang menyusul. Akhirnya pada pukul 8 lebih sedikit, mereka memasuki gedung pasca sarjana, naik ke lantai 4. Di lantai 4, mereka disambut dengan diberi map yang cukup bagus -sekali lagi diingatkan bahwa seminar ini disponsori BI-, lalu melangkah ke ruang seminar yang diisi wajah-wajah matang. Bahkan Pisanggoreng yakin kalau isi kepala mereka ditilik lebih dalam pasti berisi teori-teori Makro dan Mikroekonomi.

Acara diawali dengan keynote speech oleh Deputi BI. Pada pukul 930 pagi acara diselingi dengan coffee break. Sebagai catatan, sampai pukul 930, Pisanggoreng berada dalam mood yang benar2 bagus, didukung dengan cuaca yang menyenangkan dan segala sesuatunya yang berjalan lancar. Pisanggoreng merasa bahwa there cant be any better than this. Pisanggoreng dan teman2nya memilih tidak menikmati kopi yang disediakan, tapi melangkah ke luar gedung dan ke kios kopi dekat kampus. Alasannya tak lain dan tak bukan, karena kenikmatan kopi itu sendiri.

Pada pukul 10, mereka kembali ke gedung untuk mengikuti seminar yang akan segera dimulai. Dan alangkah terkejut Pisanggoreng ketika mendapati bahwa dari kelima tempat duduk mereka yang tadinya ada map masing2, hanya milik Pisanggoreng yang tempat duduknya kosong melompong. Di tengah2 kebingungan Pisanggoreng, seorang ibu yang duduk di belakangnya mengatakan bahwa map Pisanggoreng dibawa oleh seseorang ketika coffee break.

Seketika itu perasaan kesal mengisi Pisanggoreng. Sungguh ironis bukan, di sebuah Seminar Nasional yang diisi para intelek, akademis, ada orang yang tanpa etika mengambil milik orang lain begitu saja. Pisanggoreng tidak habis pikir, apa yang ada di kepala orang yang mengambil map itu. Pisanggoreng sedikit mencurigai bahwa orang itu melihat bahwa Pisanggoreng dan teman2nya tidak serius mengikuti seminar ini, hanya untuk eksistensi saja. Berpikir bahwa Pisanggoreng dan teman2nya tidak lebih dari mahasiswa2 yang mementingkan baju2 berdistro di atas segala2nya.

Sudah sampai sejauh itu Pisanggoreng berpikir, dan tetap tidak habis pikir bagaimana mungkin hal itu terjadi pada dirinya. Hampir 15 menit perasaan kesal sebal itu menggerogoti Pisanggoreng. Namun tak lama perhatiannya teralihkan oleh topik yang diangkat oleh pembicara di depan. Dan hal itu pun sedikit terlupakan.

Hari kamis ini cukup menyibukkan Pisanggoreng, karena harus menghadiri rapat dan KKN pada jam yang bersamaan dengan acara seminar ini. Tapi kedua acara itu bukan prioritas bagi Pisanggoreng, dan Pisanggoreng kukuh mengikuti acara sampai pukul 3sore. Padahal pada sesi kedua setelah makan siang, topik yang diangkat tidak semenarik sesi 1. Hanya bayang2 adanya sertifikat yang membuat Pisanggoreng bertahan. Sementara satu teman Pisanggoreng telah meninggalkan acara untuk hal lain.

Pada akhir acara, mereka mulai berebut ingin mengambil sertifikat dan segera pulang. Pisanggoreng sendiri masih berharap dapat menghadiri KKN meskipun terlambat. Ketika mencari sertifikat yang bertuliskan namanya, tak satupun yang ditemukan. Tiga orang temannya telah menemukan milik mereka masing-masing. Tinggal Pisanggoreng dan satu temannya. Dan ternyata memang benar2 tidak ada, fakta ini diketahui Pisanggoreng dari panitia yang juga temannya.
Alasannya karena waktu mendaftar Pisanggoreng dan temannya yang juga tidak mendapat sertifikat menuliskan nama di urutan akhir. Memang ada satu sertifikat yang kosong, tanpa nama. Tapi Pisanggoreng terlanjur dilanda amarah, dan menolak sertifikat kosong itu. Temannya yang panitia mengatakan bahwa sertifikat kosong itu dapat diisi nama Pisanggoreng. Namun terlambat, Pisanggoreng sudah menolak sertifikat itu, dan terlanjur diambil orang lain.

Pisanggoreng keluar dengan perasaan yang benar2 kesal! Merasa menyesal telah meninggalkan dua kuliah, satu rapat dan kegiatan KKN untuk satu seminar yang ternyata sia2 dan hanya membuat dia kesal. Tidak sampai disitu, suasana tambah dramatis dengan adanya hujan rintik2 dan Pisanggoreng benar2 tidak peduli, hanya melangkah keluar dari gedung seminar itu dengan kepala yang penuh kekesalan.

Akhirnya Pisanggoreng memutuskan untuk datang KKN meski sudah berjam-jam terlambat. Meski tempat kegiatan KKN itu sendiri dia tidak tahu, tapi tokh tidak ada salahnya berusaha. Ternyata saudara2, yang didapat Pisanggoreng kembali kekecewaan. Ketika dia menanyakan lokasi pada teman KKN nya, Pisanggoreng justru tersesat. Dan tak lama mendapat pemberitahuan bahwa kegiatan mereka telah selesai, tidak ada gunanya lagi Pisanggoreng datang.

Hhhh,,

Dengan gontai Pisanggoreng menuju angkutan umum untuk kembali ke kampus, dengan harapan masih ada teman yang ditemui dan dijadikan tempat sampah untuk menceritakan harinya. Di angkutan umum itu, Pisanggoreng bertemu dengan teman KKN nya, yang menceritakan bahwa hampir semua anggota kelompok KKN hadir dalam kegiatan.

Hhhhhhhhhh,,,

Pisanggoreng benar2 merasa mendapat sentilan kecil. Its kind of economic principal. Just a matter of choice. Dan setiap pilihan menghasilkan konsekuensi. Begitu juga dengan pilihan yang diambil Pisanggoreng. Seburuk apapun hari yang dialami Pisanggoreng, tidak ada kambing hitam yang dapat dituntut. Dan di saat2 seperti ini, dia juga dihadapkan pada dua pilihan, pilihan untuk bersikap dewasa dan menerima konsekuensi itu dengan kepala dingin. Atau memilih bersikap kekanakan, meluapkan amarah pada setiap orang yang ditemui, mencari-cari kambing hitam untuk memuaskan ego bahwa dia selalu benar.

Thank God, the choice fell to the 1st one.

Plok-plok-plok,,

Published in: on November 24, 2006 at 1:06 PM  Comments (2)  

The URI to TrackBack this entry is: https://pisanggorengdancapuccino.wordpress.com/2006/11/24/pisanggoreng-seminar-nasional-economic-and-business-outlook-indonesia-bandung-23-november-2006/trackback/

RSS feed for comments on this post.

2 KomentarTinggalkan komentar

  1. Wakakaka, curhat rampokan!😀

  2. kok namanya pisanggoreng…ncikanme yang aneh…heheheh😀 salam kenal !


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: