Capuccino dan PisangGoreng

Capuccino kangen PisangKeju, lalu teringat blog ini. Waktu blog ini pertama kali dibuat, Capuccino masih mahasiswa, dan masih imut, tentunya. PisangCoklat juga masih mahasiswa, masih bermukim di Bandung dengan tentramnya. Sekarang, PisangSusu sudah pindah kembali ke ibukota yang biadab, mengabdikan diri sebagai PisangKorporat, dan sudah punya ‘partner’. Eaaa… Capuccino sendiri sudah memuaskan keinginannya untuk mencoba macam-macam hal yang tidak penting, dan kata orang tidak berguna.

Sama dengan PisangGoreng, Capuccino sendiri kadang merasa tersesat di belantara cucian piring. Kalau waktu muda dulu kami punya hasrat yang menggebu-gebu untuk menjadi berbeda dari kerumunan pisang-pisangan dan cangkir-cangkiran yang lain, sekarang gelora itu mulai surut. Semua digantikan dengan pilihan untuk hidup nyaman dan menumbuhkan uban-uban dalam kedamaian.

PisangGoreng yang punya hidup lebih lurus sudah menemui jalan ini lebih dulu. Capuccino, masih senang berputar-putar. Di jalan banyak pemandangan menarik, begitu kira-kira sebabnya.

Banyak orang yang ingin hidup bebas seperti Capuccino. Tidak perlu dicuci dua kali sehari, bisa menggelinding kemana-mana, dan kalau sedang malas, bisa duduk-duduk saja di rak piring. Tapi, orang yang ingin menjadi seperti Capuccino kebanyakan menjalani hidup ala PisangGoreng. Teratur dan dapat dikendalikan. Capuccino sih tidak iri dengan PisangGoreng, karena hidup macam bagaimana pun juga, pasti punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Keinginan Capuccino yang dicita-citakannya belum tercapai di 2010. PisangGoreng juga pasti masih menyimpan segudang harapan dan keinginan. Banyak hal yang bisa terjadi sebelum dua lima, dan banyak pula yang ternyata sanggup dilewati. Untuk 2015, Capuccino hanya ingin hal-hal yang sederhana saja. Ia ingin PisangGoreng hidup senang dan bahagia, jadi bisa lebih sering mentraktirnya. Capuccino juga ingin ambisi-ambisinya tercapai dan membuka banyak pintu untuk membahagiakan orang lain.

Memang, merencanakan yang bahagia-bahagia itu selalu membuat hidup terasa lebih cerah. Semoga, saat 2015 nanti, PisangGoreng sudah berubah menjadi renyah dan keemasan, sementara Capuccino menjadi cangkir yang mengilat dan berguna bagi nusa dan bangsa (begitu kira-kira petuah guru PKn).

Published in: on Juli 31, 2010 at 3:35 AM  Tinggalkan sebuah Komentar  

The URI to TrackBack this entry is: https://pisanggorengdancapuccino.wordpress.com/2010/07/31/capuccino-dan-pisanggoreng/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: