Capuccino dan Teman

Hari ini salah satu hamster milik Capuccino mati. Tak masalah, usianya sudah cukup tua. Lebih tua dari hamster pada umumnya. Capuccino sempat memelihara beberapa hamster. Semuanya tinggal sendiri. Punya apartemen pribadi, lengkap dengan kotak pasir untuk guling-guling dan mesin jahat untuk lari-lari yang bisa digunakan untuk mengkonversi energi hamster menjadi listrik. Ketika hampir semua hamster single fighter milik Capuccino sudah mati, ia baru sadar bahwa hamster-hamster terakhir yang tersisa tidak hidup sendiri. Ada dua hamster cowok, kakak beradik. Yang satu hanya suka makan, tidur, dan cengengnya minta ampun. Yang satu lagi nakal, hiperaktif, dan suka mengganggu saudaranya. Keduanya hidup bersama sampai tua sekali. Mereka baru berpisah saat si saudara yang lebih gendut akhirnya mati karena sakit.

Capuccino sering bertanya-tanya kenapa kedua kakak beradik ini tidak mati-mati meski keduanya jorok dan jelas-jelas obesitas. Capuccino juga kagum dengan semangat si hamster gendut yang tidak kunjung menyerah dengan penyakitnya. Ia berjuang sampai penghabisan. Sampai tubuhnya yang gendut berubah menjadi kurus dan kisut. Sampai bulu halusnya yang lembut menyerah, rontok, dan tak mampu lagi untuk melindunginya dari dinginnya udara malam. Capuccino sampai pada kesimpulan bahwa dua hamster ini tidak menyerah pada sulitnya hidup karena mereka hidup berdua.

Lalu, hari ini Capuccino juga menyadari bahwa si Pisang Molen sedang rajin menulis. Pisang yang satu ini hanya menulis saat stres, jadi tak perlu kita buat analisa mendalam kenapa Pisang Rebus ini mendadak begitu royal dengan kata-kata. Capuccino bukannya tak pernah stres. Hanya saja, setelah mengamati hamster gendut dan hamster nakal, Capuccino sedikit paham kenapa ia jarang tertekuk di bawah tekanan seperti Pisang Kremes.

Capuccino punya banyak teman. Teman ini dapat mengambil banyak bentuk. Teman SMA, teman kuliah, teman hang out, teman di Twitter, keluarga besar, keluarga inti, sampai istri Capuccino sendiri. Capuccino juga sudah masuk dalam fase berikutnya di dalam kehidupan, dimana seseorang tidak lagi bertanya:

 

Apakah saat saya menunggu ajal nanti akan ada banyak orang di samping saya?

 

Apakah saat saya meninggal nanti akan ada yang merindukan saya?

 

Capuccino sudah mendapatkan jawabannya. Dan sudah tahu kenapa orang berkata bahwa sebelum meninggal, semuanya terasa gelap.

Capuccino yakin kalau seseorang sudah tahu bahwa dirinya tidak sendiri, bahwa setiap tarikan nafas merupakan sesuatu yang layak diperjuangkan, pasti orang tersebut akan menganggap bahwa masalah-masalah yang dihadapinya sebenarnya tidak sebesar gunung. Karena itulah, bagi Capuccino, segala sesuatunya saat ini hanyalah kerikil di kaki.

Tentu saja, Capuccino juga punya banyak keinginan seperti Pisang Keju. Capuccino ingin sekolah lagi. Capuccino ingin bisa sampai ke Los Angeles, atau London. Mungkin bersalaman dengan Cillian Murphy dan Michael Fassbender. Kalau lebih beruntung, mungkin bisa bersalaman dengan Abbas Kiarostami atau Werner Herzog. Supaya trendy, mungkin Capuccino harus bersalaman dengan Christopher Nolan dan Joss Whedon juga. For bragging rights.

Tapi, saat ini Capuccino sudah cukup puas dengan apa yang dimilikinya. Ia bisa tidur seenaknya tiap hari. Baru bekerja saat orang-orang di Los Angeles bangun. Boleh menonton film setiap hari. Bisa bertemu dengan teman-teman tanpa takut dengan mesin absen. Bisa menghabiskan banyak waktu luang dengan sang istri. Bisa menemani ibunya sampai saat dimana lampu di panggung dimatikan nantinya. Capuccino mungkin tak punya banyak, tapi ia punya semuanya.

Selama Capuccino punya teman, ia akan dapat bertahan. Sampai tubuhnya nanti kisut. Sampai nyawanya nanti surut.

Published in: on Juni 4, 2012 at 9:32 PM  Comments (3)  

The URI to TrackBack this entry is: https://pisanggorengdancapuccino.wordpress.com/2012/06/04/capuccino-dan-teman/trackback/

RSS feed for comments on this post.

3 KomentarTinggalkan komentar

  1. manteppp pisang goreng makan sama teman..

  2. bagus sekali artikelnya, thx

  3. yang terpenting kita berusaha yg terbaik, pasti akan jadi lebih baik semuanya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: