Pisanggoreng & Bank Indonesia

Untuk kedua kalinya, Pisanggoreng mendapat penolakan dari Bank Indonesia, setelah mencapai tahapan terakhir.

Tanpa harus ditorehkan disini tahapannya, memori di kepala Pisanggoreng rasanya tidak akan pernah melupakan kisah hidup yang satu ini. Dan lebih sreg rasanya menceritakan secara verbal dengan emosi meluap-luap tiap kali menceritakan segment yang satu ini.

Anyway, masih berhubungan dengan pertanyaan di tulisan sebelumnya (tentang Bapak Gideon), “How about me?”

Pisanggoreng sudah terlanjur menyusun rencana hidup dengan asumsi bahwa Pisanggoreng akan berpindah kantor ke Thamrin sana.
Tapi ternyata, asumsi itu tidak terwujud

Dan asumsi itu adalah faktor terpenting dari rencana Pisanggoreng.
Buyarnya asumsi itu, membuyarkan juga rencana yang sudah tersusun dengan ciamik.

So what now?

Beberapa hal terpintas di kepala, misal :

Bertahan di kantor yang sekarang, memupuk lumbung rupiah.
Sementara lumbung rupiah terpupuk, sudah mulai menyusun rancangan bisnis untuk dijalankan begitu lumbung sudah meluap.

Atau, mengajukan beasiswa ke Australia, memulai hidup baru di sana.
Well, kalaupun diterima beasiswa di Australia, pada akhir perkuliahan tetap harus kembali ke Indonesia untuk mengabdi kepada negara, sesuai dengan persyaratan dari yang memberikan beasiswa.

Atau, aplikasi kuliah di Norwegia.
Tapi, harus sudah menyiapkan rupiah dalam jumlah cukup besar, yang notabene tidak mungkin sekarang.

Yang paling memungkinkan memang hanya poin 1. Tapi mengingat pekerjaan di kantor, lalu lintas Jakarta, belum lagi pressure hidup di Jakarta yang berdekatan dengan relasi (sodara-sodara) jadi beban tersendiri lagi.

How sucks it is for being 20 something, huh?

Out of those three options, masih belum ada keputusan final akan seperti apa nantinya.

Yang pasti kepindahan bapak itu ke Norwegia menjadi salah satu pemicu, reminder bahwa Pisanggoreng harus melakukan sesuatu!

Menemukan visi misi dan mencapainya.

Not about me of course, mau belajar melibatkan dan mengandalkan Tuhan, mulai dari hal yang kecil sampai yang heboh semacam isu tentangn visi misi ini.

Starting now!

Published in: on Juni 4, 2012 at 8:03 AM  Tinggalkan sebuah Komentar  

The URI to TrackBack this entry is: https://pisanggorengdancapuccino.wordpress.com/2012/06/04/pisanggoreng-dan-bank-indonesia/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: